Perpag Aksi Tanam Pohon
Menghijaukan kembali kawasan karst Gombong selatan, tengah diritis menjadi tradisi aksi berkelanjutan yang dimulai dari Desa Sikayu Buayan [Foto: Div.Media-Perpag]
Bentang Karst Kendeng Utara di Pati
Perbukitan Karst selalu identik dengan sumber-sumber air yang bukan hanya menjadi andalan kebutuhan domestik harian, melainkan juga kebutuhan utama sektor pertanian, perikanan dan kebutuhan agraris lainnya
KOSTAJASA
Koperasi Taman Wijaya Rasa membangun komitmen Bersama Hutan Rakyat - Kostajasa; berslogan "Tebang Satu Tanam Lima" [Foto: Div.Media-Perpag]
Ibu Bumi Dilarani
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
UKPWR
Warga UKPWR (Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Roban) tengah melakukan aksi penolakan PLTU Batubara Batang. Aksi dilakukan di perairan Roban (9/1) yang sekaligus merupakan perairan tempat para nelayan setempat mencari ikan [Foto: Uli]
Senin, 28 November 2016
Kembalinya Bentang Alam Karst Gombong Selatan [1]
Minggu, 27 November 2016
Tolak Semen, Kawasan Karst Gombong Kembali Ditanami Pohon
Muhamad Ridlo Susanto
Aksi tanam pohon ini merupakan yang kedua kalinya setelah aksi tanam pohon pada Desember 2015 lalu.
Wakil Ketua Perpag, Lapiyo mengatakan, areal tanam meliputi 4 desa yakni Banyumudal, Nogoraji, Sikayu dan Kalisari. Sejumlah 27 ribu bibit pohon akan ditanam mulai dari titik awal di Dusun Jeblosan Desa Sikayu, Buayan.
Aksi tanam pohon ini merupakan yang kedua kalinya setelah aksi tanam pohon pertama oleh warga Perpag bersama aktivis lingkungan dan simpatisan pelestari Karst Gombong Selatan pada Desember 2015 lalu.
Ia menjelaskan, aksi tanam pohon ini diikuti oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, buruh, perempuan, dan pelajar. Aksi ini juga melibatkan kementerian terkait dan DPRD Kebumen.
“Gerakan penghijauan untuk Kawasan Karst Gombong Selatan. Kami punya niat karena itu, secara hukum, tidak layak untuk ditambang. Tidak mendapat izin. Kami bertanya-tanya, kenapa kok, perusahaan semen sudah menebang pohon-pohon. Itu juga sudah kami ceritakan ke wakil dari kementerian ESDM tadi. Itu (memang) tidak layak (ditambang). Ini ditanami pohon jati, akasia, tumpangsari. Daripada terbengkalai, jadi gersang, masyarakat berkegiatan seperti itu,” kata Lapiyo kepada KBR, Minggu (27/11/2016).Lebih lanjut Lapiyo mengatakan luasan kawasan karst yang akan ditanami meliputi lahan seluas 32 hektar. Areal ini diidentifikasi sebagai bagian dari Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan, yang pernah ditetapkan sebagai kawasan lindung Eco-Karst.
Menurut Lapyio, bibit pohon berasal dari berbagai pihak. Antara lain, Pemkab Kebumen, UPN Yogyakarta, Unsoed Purwokerto, Walhi Jateng, JKPM Semarang, Kadang Tani Alas Karanganyar (Kebumen) dan Perkumpulan Warga Perantau asal Gombong di Jakarta.
Jumat, 25 November 2016
Perpag Gelar Aksi Tanam 27.000 Bibit Pohon
SIKAYU–Untuk kali kedua Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) kembali menggelar Aksi Tanam Pohon di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong Selatan. Aksi yang digelar Minggu (27/11) ini diikuti oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari petani, buruh, perempuan, anak; termasuk para pelajar SMP/MTs maupun SMA/SMK dari 3 kecamatan, Buayan, Ayah dan Rowokele.
Kamis, 24 November 2016
27.000 Pohon Siap Ditanam di Kawasan Karst Gombong Selatan
KEBUMEN, suaramerdeka.com – Meskipun Amdal PT Semen Gombong sudah dinyatakan tidak layak, tetapi ancaman terhadap ekosistem Karst Gombong Selatan belum juga berakhir. Pasalnya, secara hukum kawasan tersebut hingga saat ini belum juga dinyatakan sebagai kawasan lindung. Sehingga sewaktu-waktu, nantinya dapat dipastikan akan ada pengajuan amdal-amdal baru yang ingin mengekploitasi seluruh Kawasan Karst Gombong Selatan yang menjadi kawasan budidaya tersebut.
Untuk itu, Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) mengadakan kegiatan “Gerakan Penghijauan Peduli Karst Gombong Selatan” dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, Minggu (27/11). Sebanyak 27.000 bibit pohon bakal ditanam dalam kegiatan yang secara simbolis digelar di Desa Sikayu, Kecamatan Buayan itu.
Adapun kepedulian itu dilakukan secara swadaya oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Karst Gombong Selatan dan didukung oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, serta melibatkan para pemerhati lingkungan dari Indonesian Speleological Society.
“Tujuannya untuk meningkatkan atau memperbaiki kembali fungsi hidrologi sumber daya alam ekosistem karst khususnya fungsi mata air berikut habitat flora dan fauna yang ada didalamnya,” ujar Adi Budiawan dari Perpag Kebumen dalam siaran pers yang diterima Suara Merdeka, Kamis (24/11).
Menurut Adi Budiawan, selama 20 tahun lebih sebagian besar kawasan karst yang menjadi kawasan budidaya memang dibiarkan gundul, dan sama sekali tidak ada upaya-upaya penghijauan dari pihak manapun semenjak lahan tersebut dinyatakan pemilikannya oleh PT Semen Gombong, sehingga penurunan nilai ekologi dan estetika di atas lahan yang terlantar tersebut tidak dapat terelakkan. Padahal mata air-mata air yang dimanfaatkan oleh masyarakat itu berasal dari sungai-sungai bawah tanah yang berada di kawasan tersebut.
Maka demi terjaganya kelestarian alam serta menanggulagi berkurangnya debit mata air pegunungan karst, masyarakat desa Sikayu, Nogoraji, Banyumudal, Redisari, Kalisari yang tinggal di sekitar kawasan karst tersebut menunjukan kesadaran sosialnya untuk melestarikan alam. Bagaimanapun air adalah sumber kehidupan bagi manusia dan makluk hidup lainnya.
“Kegiatan ini hanya untuk pelestarian lingkungan, dan para warga sepakat untuk tidak mempermasalahkan hak kepemilikan pohon-pohon yang akan ditanam nantinya, karena kegiatan ini adalah murni gerakan sosial demi terjaganya warisan bumi anak cucu bangsa Indonesia” tandasnya.
Ekosistem Karst
Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong Selatan merupakan wilayah fosil prasejarah yang prosesnya berlangsung sejak puluhan ribu tahun silam yang membentuk suatu ekosistem karst. Di dalam ekosistem karst juga terdapat mahluk hidup dan satwa liar kelelawar, walet, burung hantu, landak, dan kera. Wilayahnya terdiri dari ratusan gua-gua aktif yang membentuk suatu jaringan terhubung secara hidrologis dalam aliran sungai bawah tanah yang saling terhubung.
“Beberapa ilmuwan dan pakar ahli karstologi sebelumnya pernah mengatakan jika di wilayah tersebut mengalami kemarau panjang hingga 60 tahun sekalipun masyarakatnya yang hidup di sekitarnya tidak akan kekurangan air,” katanya.
Kawasan Karst Gombong Selatan pernah ditetapkan sebagai kawasan eco-karst yang artinya secara hukum kawasan tersebut terbebas dari usaha penambangan sebagaimana dicanangkan di Wonosari Yogyakarta 6 Desember 2004. Luasannya tercatat di Kementrian ESDM sesuai Kepmen No 1659/40/MEM/2004 yaitu mencapai 48,94 km2.
“Namun atas usulan bupati Kebumen, tahun 2013 di Kawasan Karst Gombong Selatan telah terjadi pengurangan yang luasnya mencapai + 8,05km2. Dengan dijadikannya sebagai kawasan budidaya berarti kawasan tersebut diperbolehkan untuk ditambang,” imbuhnya.
Padahal faktanya di kawasan budidaya tersebut masih banyak terdapat gua-gua, mata air, dan ponor merupakan suatu fitur karst permukaan dimana air dapat masuk ke dalam sistem jaringan air bawah tanah.
Salah satu gua aktif berair adalah gua pucung, mata air dari gua ini adalah pusat mata air yang dimanfaatkan untuk kebutukan pertanian, perikanan, dan rumah tangga oleh warga Desa Sikayu, Banyumudal Kecamatan Buayan dan Desa Kalisari Kecamatan Rowokele.
(Supriyanto/CN19/SMNetwork)
http://berita.suaramerdeka.com/27-000-pohon-siap-ditanam-di-kawasan-karst-gombong-selatan/
Sabtu, 19 November 2016
Pembangunan Pabrik Semen Grobogan Bakal Dimulai Akhir Bulan Ini
19:00:09 / 19 November 2016
MuriaNewsCom,Grobogan – Upaya PT Semen Grobogan (SG) untuk mendirikan sebuah pabrik di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tangggungharjo terus dipersiapkan. Jika tidak ada kendala, proses peletakan batu pertama pembangunan pabrik bakal dilakukan akhir bulan November ini.
“Persiapan peletakan batu pertama pembangunan pabrik sudah memasuki tahap akhir. Mudah-mudahan, akhir bulan ini sudah kita mulai. Untuk waktu pastinya nanti akan kita kabari lebih lanjut. Yang pasti, tahun ini, pendirian pabrik harus kita lakukan,” kata General Manajer PT Semen Grobogan Toni Santoso.
Menurut Toni, saat ini, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Rencananya, pihaknya akan menghadirkan Gubernur Jawa Tengah untuk peletakan batu pertama nanti.
Dari informasi yang didapat, rencana pendirian pabrik SG itu sudah dimulai cukup lama. Yakni, diawali dengan serangkaian penelitian lapangan di kawasan tersebut sejak tahun 1992 lalu.
Setelah itu dilanjutkan, dengan proses pembelian lahan warga dan pengurusan perizinan yang butuh waktu selama beberapa tahun. Meski akhirnya bisa mengantongi izin, namun realisasi pembangunan pabrik belum kunjung dilaksanakan.
“Kami terpaksa menunda pembangunan pabrik karena terhantam krisis moneter tahun 1997 lalu. Kalau tidak ada krisis barangkali pabrik semen sudah berdiri dan beroperasi. Karena tertunda cukup lama, kami akhirnya harus mengurus proses perizinan lagi dan baru clear tahun ini,” sambung Toni.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo meminta agar pihak SG serius dalam mendirikan pabrik tersebut. Sebab, masyarakat sekitar sudah meminta kepastian dari manajemen pabrik. Sebab, warga sudah menunggu puluhan tahun sejak tanahnya dibeli untuk dieksplorasi maupun dijadikan lokasi pabrik.
“Rencana pendirian pabrik semen ini sudah dimulai sekitar 25 tahun lalu. Kami berharap PT SG benar-benar merealisasikan pendirian pabrik ini. Kalau pabrik ini jadi berdiri, maka ribuan warga sekitar bisa terserap jadi tenaga kerjanya,” kata wakil rakyat yang kebetulan tinggalnya di desa yang akan didirikan lokasi pabrik semen itu.
Dia mengingatkan, agar pembangunan pabrik tidak boleh melebihi tahun ini. Hal ini disebabkan adanya klausul dalam izin terkait lingkungan yang dikeluarkan Bupati Grobogan untuk penambangan bahan batu semen di wilayah Kecamatan Karangrayung.
“Dalam klausul disebutkan kalau pembangunan pabrik harus dilakukan tahun ini. Makanya, kalau sampai tahun ini tidak dibangun maka izin yang dikeluarkan batal demi hukum. Jadi, hal ini harap diperhatikan,” tegasnya.
Editor : Kholistiono
http://www.murianews.com/2016/11/19/101194/pembangunan-pabrik-semen-grobogan-bakal-dimulai-akhir-bulan-ini.html
Senin, 14 November 2016
Kawal Kendeng Kawal Keadilan Indonesia
JMPPK Rembang,
14 November 2016
Binarung getering alam
Nguwuh Sora bareng luhe pro tani
Rino wengi ngantu-ngantu
Adil jejegke Negoro
Lumantar Mahkamah Agung Puniku
Pranoto Soyo Tinoto
Nyuwun ADIL LAN LESTARI
Dengan sudah di kirimnya salinan putusan no. 99PK/TUN/2016 Pada 1 November 2016 ke PTUN Semarang, dan dengan dikabulkan putusan no.103/K/TUN/2010 kasasi warga Kasus pabrik semen Gresik Maka kami warga pegunungan Kendeng mengucapkan banyak terima kasih kepada MA yg memutuskan dengan seadil-adilnya perkara yang dihadapi masyarakat dimana di tengah keterpurukan hukum masih ada nurani para Hakim yang memutuskan dengan tegas sesuai fakta lapangan yang sebenarnya. Kasus penolakkan ekspansi PT. Semen Indonesia di Rembang menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, tanpa terkecuali rakyat Indonesia.
Bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah, terutama pemda (di era otonomi daerah) untuk tidak semena-mena mengeluarkan izin lingkungan tanpa melihat daya dukung dan daya tampung wilayah. Daerah yang seharusnya menjadi lahan produktif pertanian, biarlah tetap seperti itu. Jangan pernah tergiur keuntungan investasi sesaat tetapi membawa dampak buruk ekologis yang panjang. Kebijakkan pembangunan yang diambil hendaknya tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem.
Bagi investor, hendaknya selalu mematuhi berbagai tahapan yang ada sebelum memulai suatu usaha. Mematuhi dalam arti setiap tahap hendaknya ditempuh dengan cara yang BAIK dan BENAR sesuai koridor hukum yang ada. Jika tidak, sudah bisa dipastikan akan menghadapi masalah hukum dan itu berdampak pada kerugian yang besar. Keluarnya putusan Peninjauan Kembali dari Mahkamah Agung yang membatalkan izin lingkungan PT. Semen Indonesia di Rembang adalah bukti nyata tidak ditempuhnya tahapan yang baik dan benar.
Bagi rakyat/masyarakat yang ruang hidupnya terancam sebagai akibat dari investasi, tidak boleh menyerah untuk terus memperjuangkannya. Selama apa yang kita perjuangkan benar, berguna bagi kebaikkan bersama, untuk Indonesia lebih baik, di masa ini dan yang akan datang, kita WAJIB untuk terus berupaya dengan cara-cara yang baik dan benar baik secara budaya, sosial maupun hukum.
Selama ini rakyat selalu PATUH TERHADAP HUKUM. Sebagai masyarakat tani yang ruang hidupnya terancam, kami (JMPPK) selalu mengupayakan cara-cara yang bermartabat dalam berjuang. Mulai dari budaya rembugan, mediasi dengan berbagai instansi pemerintah yang terkait, hingga gugatan lewat jalur hukum telah kami tempuh dengan cara yang baik dan benar.
Ditolaknya gugatan kami di PTUN Semarang dan berlanjut dengan dikuatkannya putusan PTUN Semarang di PTTUN Surabaya, dan akhirnya sampai pada tahap Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung, kami hendak menunjukkan kepada negara bahwa rakyat patuh hukum.
Oleh sudah menjadi kewajiban negara untuk juga PATUH HUKUM. Putusan MA yang membatalkan izin lingkungan PT. Semen Indonesia di Rembang HARUS SEGERA ditindaklanjuti oleh Pemkab Rembang dan Pemda Propinsi Jawa Tengah untuk MENGHENTIKAN semua perizinan yang dikeluarkan kepada PT. Semen Indonesia di Rembang.
KEADILAN juga PERLU DITEGAKKAN bagi masyarakat Pati yang sedang berjuang pada proses KASASI di Mahkamah Agung. Perjuangan masyarakat Pati yang begitu luar biasa, dari Jilid Pertama dimana warga melawan PT Semen Gresik. Pada awalnya warga Pati menang di PTUN Semarang , kemudian kalah di PTTUN Surabaya, dan berujung pada kemenangan kasasi di Mahkamah Agung yang mana pengajuan kasasi oleh Semen Gresik DITOLAK oleh Mahkamah Agung. Kini, masyarakat Pati kembali berjuang menegakkan keadilan dan mejaga kelestarian lingkungan hidup melawanPT.SMS anak perusahaan dari Indocement. Perjuangan jilid II ini diawali kemenangan warga di PTUN Semarang, kemudian mengalami kekalahan di PTTUN Surabaya, dan hingga detik ini masih berjuang dalam proses kasasi di Mahkamah Agung.
Perjuangan masyarakat Pati sama dengan perjuangan masyarakat Rembang, yaitu sama-sama memperjuangan KEADILAN, KEBENARAN, DAN KEBERLANJUTAN EKOSISTEM di tanah leluhur kami yang tercinta. KEMENANGAN kami masyarakat Rembang akan kami tularkan melalui semangat perjuangan persaudaraan, satu bangsa, bangsa Indonesia yang masih memliki hati nurani menjaga integritas dan supremasi hukum. Suara rakyat adalah Suara Tuhan di Republik Indonesia tercinta ini. Suara kami membawa spirit KEBENARAN DAN KEADILAN bukan untuk membawa ego kemenangan.
Pegunungan Kendeng yang mencakup kabupaten Rembang dan Pati , sudah menjadi tanah garapan kami sebagai masyarakat tani, menjadi lumbung KESEJAHTERAAN kami secara turun temurun, sehingga kami menjunjung tinggi nilai keberlanjutan ekosistem di Pegunungan Kendeng.
Jangan biarkan kepercayaan kami terhadap pemerintahan ini pudar hanya karena urusan investasi yang tidak benar , tidak berkesinambungan, dan tidak memihak pada kesejahteraan masyarakat tani Rembang dan Pati. Karena harapan kami besar kepada pemerintah untuk mengawal setiap kepentingan rakyat yang nyata di lapangan. Kami percaya, pemerintah yang sudah dipilih oleh rakyat akan memihak kepada KEBENARAN DAN KEADILAN.
Semoga TUHAN selalu mengarahkan pandangan-NYA dan ridho-Nya kepada bangsa Indonesia yang selalu mau menjunjung tinggi KEADILAN DAN KEBENARAN bagi rakyatnya.
Kontak : Gunretno [081391285242]
Joko Prianto [082314203339]
Minggu, 13 November 2016
Batu Belimbing Toboali
Batu unik ini terbentuk dari batuan beku granit yang mengalami pelapukan stadia tingkat lanjut. Penumpukan timah pada kisi batu mengalami pengikisan karena curah hujan yang terjadi ratusan tahun ini akhirnya membentuk pola lubang yang unik " batu belimbing" warga menyebutnya. Yah pola yg terbentuk mirip pola pada buah belimbing.
Batuan ini sangat unik, columnar joint (rekahan tegak) biasanya berbentuk rekahan kecil dan berpunden. Tapi di sini rekahan ini masih berbentuk batuan utuh. Karena adanya Endogen tubuh batuan beku yang tadinya ada di perut bumi ini terangkat ke permukaan bumi dan mengalami pelapukan akibat tetes hujan hingga mengalami bentuk seperti ini.
Terletak di kampung Lalang, Toboali, Bangka Selatan. Dengan jarak tempuh hanya 10 menit gunakan mobil dari Toboali. Di bawah batuan ini anda akan temukan pantai batu perahu yang tidak kalah eloknya.
Bayangkn batuan granit yang sama tapi berbentuk perahu di tepi pantai dengan pasir putih yang bersih.
Keindahan macam ini, konon di dunia hanya ada 6 tempat, di Toboali, pantai Romodong ( Belinyu), Pantai Anambas ( Riau), Ayer Rock ( Australia) dan Sin zhuan ( Tiongkok) saya beruntung sudah saksikan dua diantaranya. Anda kapan?





















